Semua tentang Opini Saya

Menentukan waktu sholat, dengan ru’yah atau hisab?

Posted on: 6 Desember 2010

Membaca posting di rukyatulhilal.org. Menarik sekali. Berikut sedikit saya copy paste :
Dengan berkembangnya peradaban manusia, berbagai kemudahan-kemudahan diciptakan untuk membuat manusia lebih praktis dalam segala hal termasuk dalam beribadah khususnya shalat fardu. Saat ini kita mengetahui banyak sekali diterbitkan jadwal waktu shalat dari berbagai instansi maupun organisasi antara lain; Departemen Agama, PP Muhammadiyah, PP Persis, PP Nahdatul Ulama (NU) dsb. Namun kesemuanya tidak dapat dilepaskan dari kaidah yang sebenarnya digunakan untuk menentukan waktu shalat yaitu “Pergerakan Matahari ” dilihat dari bumi.

“Sesungguhnya solat itu diwajibkan atas orang-orang yang beriman menurut waktu-waktu yang tertentu” ( Q.S. An-Nisa’ :103 )

“Dirikanlah solat ketika gelincir matahari hingga waktu gelap malam dan dirikanlah solat subuh sesungguhnya solat subuh itu adalah disaksikan (keistimewaannya)”.
( Q.S. Al-Isra’ : 78 )

Sebelum manusia menemukan hisab/perhitungan falak/astronomi, pada zaman Rasulullah waktu shalat ditentukan berdasarkan observasi terhadap gejala alam dengan melihat langsung matahari. Lalu berkembang dengan dibuatnya Jam Surya atau Jam Matahari serta Jam Istiwa atau sering disebut Tongkat Istiwa dengan kaidah bayangan matahari.

Lebih lengkapnya di sini

Dari uraian yang panjang di atas, nampaknya penentuan waktu – waktu sholat pada jaman nabi dan sahabat karena belum ada teknologi yang memadai selalu menggunakan ru’yah terhadap matahari sebagai acuan.

Tetapi nampaknya saat ini ru’yatus Syam (melihat matahari) sudah ditinggalkan dalam penentuan waktu – waktu sholat, karena teknologi sudah mampu menghitung waktu – waktu sholat tersebut secara akurat. Sehingga seperti diuraikan di atas, banyak lembaga yang mengeluarkan jadwal dalam satu tahun penuh. Bahkan penulis sering melihat di masjid – masid atau surau – surau yang memajang “Jadwal Waktu Sholat Sepanjang Masa” tanpa melihat tahun bersangkutan. Itulah kelebihan teknologi yang mampu memudahkan manusia dalam kehidupan sehari – harinya.

Analog dengan di atas, nampaknya cara penentuan tanggal 1 Ramadhan atau 1 Syawal masih jauh dari yang diuraikan di atas. Semua orang Islam, khususnya di Indonesia mantap menggunakan dasar perhitungan astronomis sebagai acuan dalam menentukan waktu – waktu sholat 5 kali sehari. Bahkan ada jadwal sholat sepanjang masa. Sebuah kemajuan hebat yang terjadi dalam hal teknologi untuk membantu kegiatan ibadah.

Tetapi ketika menjelang Ramadhan atau akhir Ramadhan, kita selalu deg – degan, bersamaan tidak ya waktu puasa dan idul fitri kita? jangan – jangan tidak sama. Tidak enak lah kalau tidak sama.

Setiap tahun terjadi demikian. Hal ini terjadi karena terjadinya perbedaan dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan. Banyak yang masih bersikukuh, bahwa harus menggunakan mata telanjang untuk “melihat” bulan awal dan akhir Ramadhan, sementara penggunaan mata telanjang banyak sekali kelemahannya. Mereka berpatokan pada hadits yang mengharuskan “melihat” hanya dengan mata telanjang, tidak boleh dengan yang lain.

Tetapi dalil keharusan melihat dengan mata telanjang ini terbantahkan dengan sendirinya ketika kita menentukan waktu sholat, lihat Surat Al Isra’ : 78 di atas. “Dirikanlah Sholat ketika gelincir matahari” adalah kewajiban bagi kita untuk melihat matahari apakah sudah tergelincir apa belum ketika akan menjalankan ibadah sholat. tetapi apa yang terjadi? Saat ini, nyaris tidak ada orang Islam yang melihat matahari tergelincir ketika akan menjalankan sholat. Semua berpatokan pada jadwal waktu sholat yang sudah ditentukan jauh hari sebelumnya. Semua orang Islam percaya bahwa cara hisab atau cara perhitungan astronomis adalah cara terbaik untuk “melihat” matahari, bukan dengan cara melihat langsung ke matahari.

Lalu mengapa mereka yang bertahan dengan metode “ru’yah” tetap kukuh bahwa untuk menentukan awal dan akhir Ramadhan harus dengan ru’yah bil fi’li? Sementara untuk menentukan waktu sholat menggunakan hisab hakiki? Sebuah paradoks yang aneh …

Mudah – mudahan tulisan kecil ini bisa menjadi sedikit “pembuka mata” bahwa kita tidak berdebat tentang akurasi hilal sehingga diragukan oleh kalangan yang memegang teguh metode ru’yah. Dalam jangka panjang, mudah – mudahan umat Islam bisa membuat kalender baku, satu kalender yang menguatkan umat Islam dalam persatuan tanpa harus bicara apakah harus ru’yah atau hisab yang benar. Semuanya benar, hanya saja metode ru’yah adalah metode jaman nabi dimana saat itu belum ada teknologi yang cukup membantu, sementara hisab adalah metode mutakhir dalam penentuan waktu dan setiap kejadian yang menyangkut hari, siang, malam, bulan dan tahun yang berhubungan dengan ibadah umat Islam.

1 Response to "Menentukan waktu sholat, dengan ru’yah atau hisab?"

Itu betul sekali uraian anda di atas. memang kalo dengan hisab sudah dapat menentuka hari idul fitri kenapa harus susah susah rukyat?
Sebtulnya kalau hisabnya sudah betul. Hanya kesimpulan yang di gunakan itu saja yang berbeda. Kalau muhammaddiyah itu asal ketemunya lebih dari nol (0) itu sudah hari raya. Tapi kenyataannya ketemunya dua (2) itu bulan belum kelihatan. Jdi sekarang itu bukan masalah hisab dan rukyat. tetapi hanya kesimpulan dari hisab itu yang harus dibicarakan. Bila muhammadiyah mau menyimpulkan bahwa hari raya idul fitri terjadi setelah hasil hisab lebih dari 2 (dua), sudah tidak ada masalah lagi. Kalau PERSIS itu sekarang kalau ketemunya di bawah dua ya belum hari idul fitri. Dulu mereka juga sama dengan muhammadiyah. Gitu mas sebetulnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pusat Perhatian

Kaos dan kerajinan Flanel, Lucu, menarik dan cocok untuk buah hati anda, atau bagi anda yang membutuhkan suvenir untuk acara-acara anda. Klik di sini : flanelcrafts


jual hidrogel media tanam pulsa termurah di Indonesia

Bidvertisers

uang mengalir     uang mengalir

Blog Stats

  • 28,422 hits

Top Clicks

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: