Semua tentang Opini Saya

Penghapusan parkir berlangganan di Mojokerto, Segera laksanakan.

Posted on: 30 November 2010

Bupati Mojokerto yang baru, Mustofa Kamal Pasha (MKP) berencana untuk menghapus aturan parkir berlangganan. Usulan ini sebelumnya dilontarkan oleh kalangan DPRD kabupaten Mojokerto tetapi belum ada realisasi.
Baru setelah Bupati MKP resmi dilantik, mulai ada titik terang realisasi rencana ini. Alasan mendasar yang dijadikan rujukan adalah bahwa adanya banyak keluhan dari masyarakat tentang pembayaran ganda retribusi parkir. Masyarakat sudah membayar di kantor samsat bersama pengurusan pajak kendaraan bermotor, tetapi tetap saja masih membayar ketika berada di lokasi parkir.
Saya pribadi sebagai warga Mojokerto sangat merasakan hal ini. Ketika di lokasi Parkir, maksud saya tidak membayar lagi ke juru parkir, tetapi si juru parkir selalu mendekat ketika saya akan keluar dari lokasi parkir. Karena si juru parkir mendekat, tetu maksudnya adalah untuk meminta uang parkir secara halus. Mau tidak mau, saya harus memberi.
Sebenarnya tidak salah jika saya tidak memberi, tetapi sebagai orang jawa tentu tidak mau ribut hanya karena uang recehan atau masalah sepele, sehingga memberi uang jauh lebih bak dan aman walaupun dengan menggerutu di dalam hati.
Oleh karena itu, rencana bupati MKP untuk menghapus retribusi parkir sangat saya dukung. Karena justru masyarakat yang dirugikan dengan pembayaran ganda. Ada beberapa kalangan yang menolak, bahkan pemda kota juga menolak. Karena hilangnya potensi pendapatan daerah. Paradigma kalangan yang menolak seperti ini adalah paradigma yang harus dihapus jauh – jauh dari pikiran para pejabat kita. Pejabat yang menolak lebih mementingkan PAD dari pada kesejahteraan rakyatnya. Ini adalah pejabat yang bermental rusak, sama sekali tidak pro rakyat.
Sekali lagi saya sangat setuju dengan keputusan bupati MKP, ini adalah contoh bupati yang peka terhadap keluhan masyarakat.
Kembalikan lagi pola penanganan parkir ke model konvensional, toh dengan pola konvensional potensi PAD tidak hilang. Hanya saja, sudah menjadi rahasia umum, bahwa parkir konvensional banyak kebocoran di sana sini, mungkin yang masuk PAD hanya sekitar 20-30% saja, lainnya masuk ke kantong juru parkir, koordinator parkir, para pejabat yang mengurusi parkir dan lain – lain.
Masalah ini yang harus dipecahkan. Ini adalah masalah mental dan moral pejabat kita. Jika moral pejabat kita masih rusak, aturan parkir macam apapun tetap saja akan selalu bermasalah. Bukan masalah aturannya yang harus direvisi, tetapi pelaksananya yang bermental korup.
Bukan hanya masalah retribusi parkir yang perlu perhatian, retribusi pelayanan pasarpun juga tidak beda jauh. terlalu banyak kebocoran di sana sini. Tentang retribusi pasar ini, ada baiknya dibahas dalam posting berikutnya.

1 Response to "Penghapusan parkir berlangganan di Mojokerto, Segera laksanakan."

Saya rasa Pungutan Parkir ada baiknya kalau dikelola secara transparan dan betul-betul untuk menambah pendapatan daerah. Selebihnya tentau saja bukan hanya memungut saja, tetapi dengan uang parkir itu, pengelola parkir harus benar-benar membenahi fasilitas parkir dan menjamin keamanan kendaraan yang diparkir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pusat Perhatian

Kaos dan kerajinan Flanel, Lucu, menarik dan cocok untuk buah hati anda, atau bagi anda yang membutuhkan suvenir untuk acara-acara anda. Klik di sini : flanelcrafts


jual hidrogel media tanam pulsa termurah di Indonesia

Bidvertisers

uang mengalir     uang mengalir

Blog Stats

  • 28,422 hits

Top Clicks

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: