Semua tentang Opini Saya

Ada Pungli di Polres Mojokerto

Posted on: 30 Desember 2008

Akhir Desember 2008, Surat Ijin Mengemudi (SIM) C saya habis masa berlakunya. Sehingga harus mengurus perpanjangan SIM. Beberapa waktu yang lalu, sekitar oktober 2008, saya pernah cerita tentang perpanjangan STNK yang ternyata lumayan memuaskan, baik pelayanan maupun tentang biaya yang dikenakan, semua sesuai dengan yang di deklarasikan.
Nah, pada waktu di kantor SAMSAT Mojokerto, saya melihat ada tulisan di dinding yang menyatakan bahwa perpanjangan SIM hanya dikenakan biaya Rp. 60.000,- ( yang tertulis dan ada tanda tangan kapolda jatim ).
bagaimana prakteknya?
Ternyata sama sekali tidak sesuai harapan. Biaya yang dikenakan lebih dari itu !!!! Ternyata instruksi kapolda tidak digubris oleh aparat di lapangan !!! kapolda tidak punya taji di bawah !!!
begini cerita lengkapnya.
Sengaja saya datang pagi – pagi benar ke kantor polres Mojokerto yang baru di Jl. Raya Mojosari, Mojokerto agar bisa mengurus lebih cepat dan tidak banyak antri. Benar saja, belum banyak yang datang, loketpun belum buka.
Saya tunggu sambil baca – baca persyaratan.
Ternyata persyaratannya adalah : 2 lembar foto 2×3, KTP asli + 2 foto copynya, SIM asli dan stofmap ( bagi yang mau ngurus SIM harap membawa dari rumah, terutama foto agar tidak sampai kembali pulang, maklum jarak ke polres dari rumah cukup jauh).
Kekurangan saya hanya foto copy KTP dan Stofmap, tanya di tukang parkir, dijawab koperasi menyediakan foto copy dan stofmap yang dimaksud.
Berjalanlah saya ke tempat yang ditunjukkan si tukang parkir tersebut, 3 – 5 menit proses selesai. Bayar Rp. 2000,- untuk biaya foto copy dan stofmap, dari sini saya baru tahu, stofmap nya bersifat khusus karena ada tulisan di depannya yang menunjukkan jenis SIM yang diurus.
kesempatan ini saya gunakan untuk tanya – tanya ke petugasnya. Selanjutnya apa yang harus saya lakukan.
ternyata harus tes kesehatan, tempatnya di belakang dekat Masjid, saya pikir tempat kesehatannya koq kecil, terpencil, di pojok lagi. Aneh banget?
Ok lah, saya ke tempat tes kesehatan, oleh petugasnya ( akhirnya saya tahu orang ini namanya Pak Nur, dia menyebut namanya karena saya tanya).
Oleh petugas ini, saya diminta baca tulisan untuk tes mata, yang hurufnya mulai besar semakin lama semakin kecil, saya baca, semua nyaris bisa saya baca, kecuali bagian paing bawah, walupun bisa tapi agak “mendelik” dan terbata – bata.
Saya dinyatakan lulus tes kesehatan, dibuatkan surat, diminta bayar Rp. 15.000,- Saya bayar, di sini mulai ada masalah.
Ada 2 masalah di sini, pertama dalam surat keterangan sehat, nama dokternya adalah dr. Anita, kenapa yang tanda tangan laki – laki, namanya pak nur lagi. Aneh kan? dr. Anita-nya mana?
masalah kedua adalah, setelah saya bayar, ternyata saya tidak diberi kuitansi, saya minta kuitansi, dijawab bahwa tidak pernah ada kuitansi. PUNGLI kah ini?
Saya bisa memastikan, Ya !!!
Saya ngeyel sama petugas tersebut, petugas tersebut juga tetap tidak mau bikin kuitansi walaupun hanya oret – oretan saja, bahkan surat keterangan kesehatan saya tadi juga sempat ditarik kembali, walaupun akhirnya dikembalikan.
Ok lah saya terima, karena saya yang butuh, tapi saya dalam hati tidak akan berhenti sampai di sini. Saya tidak mau ada korupsi di lembaga penegak hukum yang seharusnya menegakkan hukum. Saya akan berupaya dengan kemampuan saya untuk bisa membantu menegakkan hukum.
Dengan surat keterangan kesehatan, berarti semua persyaratan sudah terpenuhi, sesuai alur, saya masuk ke loket pertama, saya berikan berkas saya, diterima petugas wanita, yang kemudian menyuruh saya menunggu di tenda ( karena memang baru ada tenda itu sebagai ruang tunggu ). Sambil mengisi formulir yang disediakan, selesai diisi, dikembalikan ke loket pertama, saya disuruh menunggu lagi.
Kurang lebih sepuluh menit menunggu, akhirnya nama saya dipanggil dan diminta menyiapkan uang pas Rp. 60.000,-. Saya menuju loket yang memanggil saya untuk membayar, lagi – lagi saya tidak memperoleh kuitansi, tapi saya masih berpikir positif, mungkin kuitansinya diberikan belakangan.
Di loket ini saya tanyakan lagi, apa yang selanjutnya saya kerjakan. Dijawab oleh petugasnya, saya harus menunggu lagi untuk dipanggil oleh petugas foto. Bagi yang mengajukan SIM baru, harus tes tulis dan tes praktek dulu sebelum ke tahap foto.
Saya tunggu lagi, pada proses ini saya menunggu cukup lama, mungkin sekitar 30 – 60 menit, saya lihat di ruang foto juga belum ada petugasnya, kurang tahu kenapa, terlambat mungkin petugasnya. Akhirnya mondar – mandir baca – baca tempelan di dinding untuk menghabiskan waktu.
lama – lama dipanggil juga nama saya, ambil sidik jari jempol kiri kanan secara digital, tanda tangan secara digital juga, akhirnya creeettt !! selesailah foto saya. Dan saya di minta menunggu lagi.
Kurang lebih sepuluh menit saya menunggu, nama saya dipanggil, ternyata SIM baru saya sudah jadi. Saya ambil SIM saya, selesai proses perpanjangan SIM. tetapi dalam hati saya masih ada yang kurang, kuitansi yang Rp. 60.000,- saya mana? koq tidak ada kuitansi. Saya coba tanyakan ke petugasnya, kemudian saya diminta menghubungi bapak Sumarsono di bagian SIM untuk menanyakan kuitansi saya.
Datanglah saya ke Bpk Sumarsono, ternyata bapaknya ada di ruang foto SIM, saya sampaikan maksud kedatangan saya. Ternyata jawabannya sungguh di luar perkiraan saya. Ternyata memang tidak ada kuitansi dalam proses ini, katanya resi bank ini untuk klaim ke bank, jadi tidak ada untuk pemohon. Saya tanya lagi, apakah tidak dibuat rangkap 5 misalnya sehingga salah satu bisa diberikan ke pemohon SIM, jawabannya memang tidak ada yang untuk pemohon. Sebagai bukti bahwa sudah membayar adalah kartu SIM yang jadi tersebut.
Akhirnya sudahlah, saya mengalah. Tapi saya tidak habis pikir, kenapa polisi menerapkan aturan seperti itu? semestinya setiap rupiah yang ditarik dari masyarakat, harus ada bukti pemabayaran agar tidak dianggap pungli.
Dari total biaya yang saya keluarkan, saya hitung ternyata Rp. 75.000,- . Biaya stopmap dan foto copy diabaikan karena diluar biaya. Kapolda sudah mendeklarasikan hanya Rp. 60.000,- sementara praktek di lapangan Rp. 75.000,- . Bagaimana ini Pak Kapolda?
Yang aneh lagi, semua biaya di atas tanpa selembarpun kuitansi. Lalu akuntabilitasnya bagaimana? sungguh ironis sekali, tempat dimana seharusnya penegakan hukum menjadi nomor satu, ternyata ada pungutan liar yang nyata – nyata melanggar hukum.
Bagaimana ini Pak Kapolres Mojokerto yang terhormat, di depan mata anda, ada penyelewengan yang nyata. Memang benar kata pepatah, semut di seberang lautan tampak, sementara gajah di pelupuk mata tidak tampak.
Saya menulis ini sama sekali bukan untuk mendiskreditkan aparat kepolisian, tetapi saya hanya berusaha untuk mendudukkan persoalan kepada yang seharusnya, saya hanya berusaha membantu agar korupsi segera bisa hilang dari bumi Indonesia. Agar Indonesia bisa berdiri tegak di mata bangsa – bangsa lain, tidak lagi dijajah, baik secara fisik maupun psikis.
Di bagian akhir tulisan ini, saya mengingatkan kepada semuanya, ingat kata presiden kita SBY, KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI.

13 Tanggapan to "Ada Pungli di Polres Mojokerto"

Minta tolong kalau punya no HPnya pak Kapolres Mojokerto (Bapak Tabana Bangun)

sorry saya gak punya. Mungkin agak susah dapat no HP pejabat kayak gitu.

kenapa anda tidak langsung melaporkan ke pimpinan atau kasat lantas di mapolres setempat?

Iya, kita ini orang kecil. Apa boleh begitu saja masuk dan lapor ke kasatlantas?

sy pernah kerja d dkt samsat STNK jadi sy tau bnyk “kenakalan polisi” ….satuan p3d nya jg g tanggap… sdh sy laporkan lwt website polda n polri tp gk ada tanggapan..kpn2 qt diskusi ttg yg td

satuan p3d mana kang ifan ?

sabar pak….polri sudah mandiri dan apakah di setiap polda khususnyan polres-polres di seluruh indonesia untuk pengurusan SIM harus disertai kuitansi??
coba bapak cek di polres-polres di seluruh indonesia, apakah mesti ada kuitansi untuk mendapatkan SIM??
ini hanya masukan pak, bukan bermaksud apa-apa sehingga masyarakat juga tidak salah paham dengan institusi Polri maupun dengan masyarakat yang lain…trima kasih

masyarakat adalah mitra daripada Polri, jadi jangan pernah sungkan2 untuk menemui pimpinan2 Polri sehubungan dengan permasalahan bapak, mudah2an niat bapak adalah kesuksesan Polri di masa mendatang……

Saya sudah hubungi kepala bagian yang mengurusi SIM, tetapi jawabannya kurang memuaskan

Salam kenal, bro Opinisaya..

Memang, korupsi membuat perut kita semua jadi mual dan ingin muntah, begitu mendengar namanya saja..
Begini bro, jika bro Opinisaya kurang puas dengan pelayanan dari instansi kepolisian dimaksud, maka bro Opinisaya bisa langsung melaporkannya ke unit P3D-nya.
Pasti akan langsung ditindaklanjuti..
Begitu bro Opinisaya..
Salut dah buat ente..

Sekali lagi, GANYANG KORUPSI..!!

trims ….bro !!!!

saya juga punya pengalaman yang sama mengurus SIM baru di Polres Mojokerto, setelah 3 kali kesempatan ujian praktek saya gagal dan diwajibkan menggulang ujian teori lagi serta harus melengkapi persyaratan seperti baru lagi. Disini saya harus membeli stop map (Rp.1000), foto copy KTP (Rp.200) dan foto (Rp.10.000) juga harus test kesehatan lagi (Rp.15.000), padahal baru dua bulan yang lalu saya ujian yang pertama seandainya diujian yang kedua ini saya gagal lagi berarti saya harus test kesehatan lagi dan lagi dan lagi berapa jumlah rupiah yang sudah hilang di test yang pertama? saya juga tidak bisa berfikir mana yang lebih penting mengurus SIM atau bekerja. karena bisa – bisa saya dikeluarkan kerja karena sering ijin untuk mengurus SIM, ada yang punya solusi ????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pusat Perhatian

Kaos dan kerajinan Flanel, Lucu, menarik dan cocok untuk buah hati anda, atau bagi anda yang membutuhkan suvenir untuk acara-acara anda. Klik di sini : flanelcrafts


jual hidrogel media tanam pulsa termurah di Indonesia

Bidvertisers

uang mengalir     uang mengalir

Blog Stats

  • 28,422 hits

Top Clicks

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: