Semua tentang Opini Saya

Beda Kelas : Persela vs PSMP

Posted on: 17 November 2008

Persela Lamongan mengawali kiprah di ajang Copa Indonesia IV dengan pesta gol. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu dengan mudah menaklukkan PS Mojokerto Putra (MP) dengan skor setengah lusin gol tanpa balas di Stadion Surajaya, Lamongan, tadi malam (16/11).

Semua gol tercipta dari kelihaian striker yang dimiliki Persela. Di antaranya, Jimmy Suparno membikin hat-trick pada menit ke-6, 15, dan 19. Marcio Souza da Silva menambah gol dengan tendangan bebas spesialisasinya pada menit ke-36. Dicky Firasat, striker yang juga dikenal jago dalam memanfaatkan bola saat terjadi kemelut di muka gawang, mencetak dua gol pada menit ke-71 dan 79.

Persela memang tidak sekelas dengan MP. Itulah yang membuat tim tuan rumah mampu mencetak kemenangan hingga setelak itu, bahkan seharusnya lebih. Ada tiga peluang emas lagi yang gagal dimanfaatkan Persela. Yaitu, dua peluang emas yang dimiliki Marcio dan Tommy Rifka yang tendangannya membentur mistar gawang. Satunya lagi, sundulan Andik Ardiyansah mengalami hal yang sama.

Sebaliknya, MP hanya memiliki dua peluang emas. Pertama, pada menit awal, Beny Hartanto yang lolos dari kawalan pemain belakang Persela ternyata tidak mampu menyelesaikan bola yang dibawanya dengan bagus. Tendangannya melambung ke atas mistar gawang Persela yang kemarin dikawal Khoirul Huda. Peluang kedua terjadi pada sepuluh menit menjelang pertandingan babak II berakhir. Tendangan lambung Jaya Hartono berhasil ditepis Khoirul Huda.

”Kami memang kalah kelas. Kami masih berada dua level di bawah Persela sehingga kami harus mengakui kekalahan ini. Ini menjadi pengalaman kami untuk melakukan pembenahan ke depan,” kata pelatih MP Gunawan.

Kalah kelas itu memang terlihat sejak wasit Oki Dwi P. asal Bandung meniup peluit tanda pertandingan babak I dimulai. Aliran bola selalu mengarah ke daerah pertahanan tim berjuluk Laskar Mojopahit tersebut. Bahkan, bisa dibilang pertandingan berlangsung hanya setengah lapangan. Kalaupun MP mendapatkan kesempatan untuk membalas serangan, itu pun selalu patah di tengah jalan.

Sejak menit pertama saya nonton TV di rumah, jelas sekali PSMP memang bukan lawan yang sepadan dengan Persela. Kelas PSMP hanya kelas divisi 1, bukan lawan super liga.
Ini mungkin bisa jadi bahan evaluasi PSMP untuk divisi utama mendatang, karena dengan penampilan seperti itu, PSPM kelihatannya masih belum layak masuk divisi utama tahun depan. Yang paling mencolok adalah lini belakang yang masih sangat rapuh. Sehingga membutuhkan suntikan orang baru yang punya skill level divisi utama.
Yang kedua adalah lini tengah, lini tengah PSMP masih belum bisa memberikan suplai bola ke depan. sehingga striker tidak mempunyai peluang cukup untuk mencetak gol. Menurut saya, striker sudah lumayan bagus, terbukti mampu membuat beberapa peluang.
Itu saja sumbang saran saya untuk PSMP di divisi utama mendatang, mudah – mudahan akan lebih baik lagi. Bagaimanapun, walaupun kalah 6 – 0, saya tetap cinta PSMP.
Bravo PSMP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pusat Perhatian

Kaos dan kerajinan Flanel, Lucu, menarik dan cocok untuk buah hati anda, atau bagi anda yang membutuhkan suvenir untuk acara-acara anda. Klik di sini : flanelcrafts


jual hidrogel media tanam pulsa termurah di Indonesia

Bidvertisers

uang mengalir     uang mengalir

Blog Stats

  • 28,422 hits

Top Clicks

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: